Masalah Pendidikan yang Tak Pernah Tuntas

PERSOALAN dunia pendidikan di Indonesia seakan tak pernah bisa diatasi dari semua presiden yang pernah berkuasa. Selalu saja permasalahan lama muncul dan tak terselesaikan.

Salah satunya, dunia pendidikan masih menjadi komoditi mahal di Indonesia. Hanya pihak yang memiliki kemampuan finansial lebih yang mampu mengenyam pendidikan hingga kursi perguruan tinggi.

Kesenjangan sosial menjadi persoalan penting di negeri ini. Hal tersebut yang menyebabkan tingkat pendidikan antar satu provinsi dan provinsi lain begitu tak sebanding. Jika bercermin pada daerah di Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Yogyakarta.

Padahal peran generasi muda dalam hal ini amat penting. Maju dan mundurnya pemikiran generasi muda, tentu sedikit banyaknya dipengaruhi oleh peranan pendidikan yang dilaluinya.

Belum lagi persoalan nasib guru yang hanya berlabel 'guru tanpa tanda jasa'. Tak perlu dipungkiri, masih banyak guru di daerah yang belum mendapatkan gaji tetap.

Mereka bekerja hanya dengan hati nurani dan ikhlas yang terus mengaliri jiwanya. Persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan generasi terbaik, jika sang pengajar tak diperhatikan kesejahteraanya.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai selain kesejahteraan yang tak terjamin, jumlah guru di sekolah daerah perkotaan dan kurangnya jumlah guru di daerah terpencil, menjadi parameter kegagalan kebijakan pemerintah tentang penataan dan pemerataan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

ICW mengemukakan hal tersebut berdasarkan riset yang dilakukan di Kabupaten Garut (Jawa Barat) dan Kabupaten Buton (Sulawesi Utara).

Penelitian ini dilakukan di 12 sekolah negeri yang terdiri dari empat sekolah dasar negeri (SDN) dan dua sekolah menengah pertama negeri (SMPN) dari wilayah terpencil dan empat SDN serta dua SMPN dari wilayah perkotaan, selama Oktober sampai November 2014.

Kemudian masalah yang selalu muncul saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Dosen UIN Sunan Ampel dan Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jatim, Biyanto mengatakan, semua pihak harus diajak untuk komitmen terhadap UN.

Komitmen ini penting karena persoalan kejujuran saat UN selalu menjadi perhatian. Masih sering terjadi ketakjujuran (dishonesty) itulah banyak pihak mempersoalkan kredibilitas UN.

Menurut Biyanto, capaian nilai anak dari hasil UN jelas bukan tujuan pendidikan. Ujian harus dipahami sebagai salah satu tahapan yang harus dilalui siswa untuk menapaki jenjang pendidikan selanjutnya.

Karena itulah, siswa harus diyakinkan bahwa yang jauh lebih penting dalam UN adalah berperilaku jujur.

Pelaksanaan UN bukan tanpa kendala. Mulai dari bocornya soal hingga jebloknya nilai kelulusan siswa, menjadi polemik yang belum terselesaikan. 

Sampai memunculkan wacana UN akan dilakukan secara online. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Pendidilan dan Kebudayaan (Wamendikbud) di era Mendikbud M Nuh, Musliar Kasim.

Diakui mantan Rektor Universitas Andalas ini, saat ini Kemendikbud sedang membuat system trial and error. Kemendikbud akan mencoba beberapa tes untuk mengetahui kemungkinan kegagalan.

Mengenai infrastruktur komputer, dia menjelaskan, tidak akan ada masalah karena setiap sekolah negeri sudah mempunyai komputer sendiri. Kemungkinan di satu provinsi akan ditunjuk 10-30 sekolah sebagai pusat tempat ujian.

Lalu, tak hanya soal UN, guru dan kesenjangan pendidikan. Persoalan lain yang tak kalah menyita perhatian publik adalah, soal perubahan Kurikulum 2013.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan menyatakan, Kemendikbud memutuskan untuk menghentikan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia.

Kemendikbud mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013. Pemberhentian Kurikulum 2013 tidak berarti menghapus kurikulum yang ditetapkan oleh menteri sebelumnya, M Nuh.

Kurikulum 2013 akan diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah yang sejak Juli 2013 lalu telah menerapkannya.

Kurikulum ini secara bertahap dan terbatas dilakukan di 6.221 sekolah di 295 kabupaten atau kota. Sekolah tersebut terdiri atas 2.598 sekolah dasar, 1.437 sekolah menengah pertama, 1.165 sekolah menengah atas, dan 1.021 sekolah menengah kejuruan.

Pemerintah menyebutkan, kurikulum pendidikan nasional terus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia. Tujuannya untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik.

Melirik persoalan pendidikan yang tergambar di atas, sudah sepatutnya Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) untuk memperhatikan bidang tersebut.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai, Jokowi-JK memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat dalam pemerintahannya nanti. Khususnya pekerjaan rumah di bidang pendidikan.

Syarat pertama itu, kata Komisioner KPAI, dia harus memiliki konsep yang bagus tentang pendidikan karakter dan strategi yang besar dalam menerapkan pendidikan karakter itu sendiri.

Kedua, Jokowi dia harus memiliki jiwa kepemimpinan yang berkarakter baik agar dapat dicontoh. Ketiga, bebas dari intervensi kepentingan jangka pendek.

Majulah Pendidikan Indonesia. 


Macam-Macam Tugas Sekretaris

Kali ini saya akan membagikan informasi tentang "Macam-Macam Tugas Sekretaris" dalam bentuk power point :) klik link nya dibawah iniii!!!!!!



Download Tugas Sekretaris by Rolamida

PERALATAN KEARSIPAN

MACAM-MACAM PERALATAN KEARSIPAN







Nama               : Rolamida Lintang Kumala
Kelas                : X AP 2
No. Absen        : 24





SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2016/2017




MACAM-MACAM PERALATAN KEARSIPAN

A.            Jenis peralatan kearsipan yang berupa berkas lipatan

1.            Stopmap (map berdaun)



yaitu map yang terdapat daun penutup pada setiap sisinya.
Kegunaan            : stopmap folio digunakan untuk menyimpan arsip yang masih dalam proses, tetapi dapat juga untuk menyimpan arsip yang sudah inaktif..

Cara penggunaan: kumpulan arsip dapat dibendel atau diikat dengan menggunakan tali dan diletakkan dalam stop map lalu ditutup dengan daun penutup yang berfungsi untuk menopang surat yang ada didalamnya agar tidak jatuh.





2.            Snelheckter (map berpenjepit)


yaitu map yang mempunyai penjepit di tengah map.

Kegunaan            : untuk menyimpan arsip yang pada umumnya bersifat inaktif, tetapi dapat juga untuk menyimpan arsip aktif.

Cara penggunaan: arsip harus dilubangi menggunakan perforator terlebih dahulu sebelum diletakkan dengan penjepit didalamnya.



3.            Brief Ordner (map besar berpenjepit)


Semacam map dan karton tebal yang dapat menampung banyak arsip dan didalamnya terdapat besi untuk mengkait arsip yang telah dipervoratar/dilobangi pinggirnya,

Berfungsi untuk membantu dalam mem-filing serta merapikan dan melindungi dokumen penting dari cara penyimpanan yang salah.

Cara penggunaannya; Arsip akan disimpan di dalam ordner terlebih dahulu dilubangi dengan menggunakan perforator. Masukkan dalam mesin penjepit yang ada di brief ordner


4.            Folder


yaitu map tanpa dilengkapi dengan daun penutup.  Map ini berupa lipatan kertas tebal/plastic saja.

Kegunaan            : karena tidak ada daun penutupnya, maka map ini fungsinya untuk menyimpan arsip yang selanjutnya akan dimasukkan kedalam kotak arsip secara vertical.

Cara penggunaan: arsip diletakkan dalam map, dan tab (bagian yang menonjol pada posisi atas) ditulisi judul/label tentang arsip yang ada di dalam folder tersebut.



B.            Jenis peralatan kearsipan yang berupa lembaran

1.            Guide


Kegunaan            : guide yaitu lembaran kertas tebal atau karton yang digunakan pemisah dalam penyimpanan arsip.

Cara penggunaan: guide ditempatkan di depan folder jika penyimpanan arsip menggunakan filling cabinet, atau dapat juga di depan arsip jika penyimpanan menggunakan ordner atau map snelhecter.

Guide dapat dibuat dengan berbagai ukuran disesuaikan dengan bentuk arsip.  Jika arsip berupa surat-surat dengan menggunakan kertas ukuran folio atau A4, maka badan guide dibuat sesuai ukuran arsip yang disimpan, tetapi jika arsip ukurannya kecil, maka guide juga kecil.




  

C.            Jenis peralatan kearsipan yang berupa prabot

1.            Filing Cabinet


Berfungsi untuk menyimpan arsip atau berkas yang masih bersifat aktif. (berbentuk laci)

Cara penggunaanya:
1.            Mengindeks atau memberi kode surat tersebut.
2.            Menyortir atau memisah-misahkan surat sesuai dengan bagian, masalah atau tujuan surat.
3.            Menyimpan surat kedalam map/ folder, emudian dimasukkan kedalam almasri arsip/filing cabinet.



2.            Cupboard


 Kegunaannya; Alat untuk menyimpan arsip yang berbentuk lemari dan didalamnya berisi box file.
Cara penggunaanya:
1.            Kelompokan file kedalam box file
2.            Beri kode pada box file
3.            Masukan box file kedalam cup board sesuai dengan jenisnya masing masing.








3.            Rak Arsip


 Lemari tanpa pintu berfungsi untuk tempat menyimpan arsip yang disusun secara lateral (menyamping).
Cara penggunaanya: arsip-arsip yang akan disimpan di rak terlebih dahulu dimasukkan kedalam ordner atau kotak arsip.  Ordner atau kotak arsip ditempatkan di rak arsip sehingga tampak punggung dari ordner atau kotak arsip, yang berguna untuk menempatkan label/judul dari arsip yang ada di dalamnya.  Rak arsip dapat dibuat dari kayu atau besi.





4.            Cardex


Berfungsi untuk menyimpan kartu indeks dengan menggunakan laci-laci yang dapat ditarik keluar memanjang.
Cara penggunaanya: Kartu indeks diletakkan didalam laci Cardex Cabinet. Di dalam cardex terdapat semacam kantung plastic tempat menyimpan kartu indeks.  Alat ini terbuat dari bahan besi baja.







D.            Jenis peralatan kearsipan yang berupa mesin dan alat

1.            Perforator

 
Kegunaan            : alat untuk melubangi kertas/kartu.

Cara penggunaan: Siapkan kertas yang akan diberi lubang, maksimum 10 lembar.  Lembar paling atas dilipat sama lebar untuk menentukan titik tengah, lalu tepi kertas diratakan. Kertas diletakkan di papan kertas pada posisi tengah sampai tepi kertas menyentuh batas tepi perforator. Tangkai perforator ditekan dengan telapak tangan sampai kertas berlubang.



2.            Stapler

Kegunaan            : alat yang digunakan untuk menyatukan sejumlah kertas.
a.            Stapler kecil, yaitu stapler yang bentuknya kecil dan mampu membendel maksimum 10 lembar kertas.
b.            Stapler sedang, yaitu stapler yang bentuknya sedang dan mampu membendel 10-20 lembar kertas.
c.             Stapler besar, yaitu stapler yang bentuknya besar dan mampu membendel lebih dari 20 lembar kertas.

Cara penggunaan: Stapler digerakkan dengan menggunakan tenaga manusia. Cara kerja dan komponennya mekanik, serta baru berfungsi apabila diisi dengan staples. Sejumlah surat yang akan distapler diletakkan pada ujung stapler (tepat dimana staples akan keluar) dan ditekan/dijepret secara manual.


3.            Paperclips







Berfungsi untuk menjepit kertas/ menyatukan surat-surat dan lampiran-lampirannya.

Cara penggunaanya: Satukan kertas dengan mengunakan penjepit agar surat surat dapat menyatu.








REMAJA BERKARAKTER INDONESIA

๐Ÿ˜Š REMAJA BERKARAKTER INDONESIA ๐Ÿ˜Š


1.  Pengertian Masa Remaja
     Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak – kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual yaitu antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun yaitu menjelang masa dewasa muda 

2.  Cara Membentuk Karakter Remaja Indonesia
          Membentuk karakter, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Ada tiga pihak yang mempunyai peran penting, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

3.  Fungsi Pendidikan Karakter
     Secara lebih khusus pendidikan karakter memiliki tiga fungsi utama, yaitu :
     a.      Pembentukan dan pengembangan
Potensi pendidikan karakter berfungsi membentuk dan mengembangkan potensi manusia atau warga Negara Indonesia agar berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik sesuai dengan falsafah hidup Pancasila
b.      Perbaikan dan Penguatan
Pendidikan karakter berfungsi memperbaiki karaker manusia dan warga Negara Indoneisa yang bersifat negative dan memperkuat peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam pengembangan potensi manusia atau warga Negara menuju bangsa yang berkarakter, maju, mandiri dan sejahtera.
     c.      Penyaring
Pendidikan karakter bangsa berfungsi memilah nilai-nilai budaya bangsa sendiri dan menyaring nilai-nilai budaya bangsa lain yang positif untuk menjadi karakter manusia dan warga Negara Indonesia agar menjadi bangsa yang bermartabat.

4.  Penyebab Rusaknya Pendidikan Karakter
Teknologi, mungkin adalah suatu contoh dari berbagai macam  hal yang merusak pendidikan karakter bangsa di Indonesia utamanya di kalangan remaja contohya saja banyak sekali remaja yang meggunakan perlatan teknologi untuk hal – hal yang negatif misalnya yang lagi marak sekarang ini adalah trafficking melalui facebook, twitter, dan jejaring sosial lainnya.

Selain itu, ada 3 penyebab utama rusaknya karakter bangsa, yaitu:
a.    Pengaruh Budaya Luar
      Contohnya adalah lebih suka dengan produk luar negri, memakai pakaian luar negri dan meniru gaya hidup mereka.
b.    Minimnya Pengetahuan Agama
  Jika agama sudah kuat, yakinlah kejahatan di Indonesia akan dapat diminimalisir. Contohnya saja, jika pejabat negeri ini memiliki agama yang baik, maka tidak mungkin mereka berani memakan uang rakyat (korupsi). Akan tetapi sebaliknya, jika agama sudah tidak diperdulikan, maka tunggulah kerusakan negara tersebut.
c.    Salahnya Sistem Pendidikan
    Terjadinya kerusakan moral dikalangan pelajar dan generasi muda, karena tidak efektifnya keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembinaan moral. Bahkan ketiga lembaga tersebut satu dan lainnya saling bertolak belakang, tidak seirama, dan tidak kondusif  bagi pembinaan moral.


6.  Cara Mengatasi Kerusakan Karakter Pada Diri Remaja
Beberapa hal yang harus kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut, di antaranya adalah:
1.   Memperkokoh keimanan atau akidah kepada Allah SWT, dengan jalan memberikan pengetahuan  agama, baik yang dilakukan di rumah, kampus dan masyarakat, sehingga selalu terikat dan mau menyesuaikan diri dengan ketentuan Allah SWT.
2.   Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. 
3.   Hindari Salah dalam bergaul, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak.
4.   Menumbuhkan tanggung jawab pengembangan amanah dakwah dengan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam bersikap dan berperilaku dalam berbagai sisi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan berbangsa.
5.    Mewujudkan lingkungan yang religius, baik melalui bahan bacaan, tontonan maupun lingkungan pergaulan, sehingga pengaruh dari lingkungan tersebut akan membuat manusia terbentuk menjadi orang yang memiliki kepribadian yang religius.
6.    Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak kecil. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak. 
7.    Menanamkan perasaan dekat kepada Allah SWT, sehingga di mana pun kita berada, ke manapun kita pergi dan bagaimanapun situasi dan kondisinya kita akan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Dengan hal demikian, maka akan membuat diri kita tidak berani menyimpang dari jalan-Nya.
8.    Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal sholeh.









Soal Ulangan Harian Korespondensi tentang Komunikasi


hmmm... kali ini akuu mau berbagi informasi tentang soal- soal ulangan harian ku mengenai KOMUNIKASI *simak baik- baik yaaaaa :))

SOAL ULANGAN HARIAN
KELAS X AP 2 
TENTANG KOMUNIKASI


1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi?
    Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan dengan menggunakan media tertentu agar mendapatkan feedback atau umpan balik.

2. Apa yang dimaksud dengan komunikasi massa?
    Komunikasi massa adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan secara masal.

3. Mengapa keterampilan membaca sangat diperlukan dalam proses komunikasi?
    Keterampilan membaca sangat diperlukan dalam proses komunikasi agar informasi yang disampaikan dapat lebih jelas dan akurat.

4. Sebutkan tujuan komunikasi sosial!
    a. menjalin perkenalan, persahabatan dengan orang lain
    b. menyatukan orang-orang yang berbeda latar belakang
    c. menjalin kerukunan dan kesejahteraan sosial

5. Sikap yang dilakukan untuk menghadapi penelepon yang tidak puas!
    a. tetap tenang dan tidak terpancing emosi,
    b. tanyakan selalu identitas penelepon dengan sopan dan tidak memaksa
    c. jangan mengunakan kemarahan
    d. catat segala sesuatu yang dianggap penting
    e. jika penelepon mengancam, segera lapor pimpinan
    f. jika penelepon hanya buang buang waktu saja segera tutup telepon 

Holiday with My Big Family

Last years, my family and I went to my grandparents' house in Solo. We went there by car. It took about 3 hours to get there. It felt so long that I was bored and finally felt a sleep. When I woke up I suddenly realized that we already arrived and our grandparents' house. We met our big family such us grandfather, grandmother, uncles, aunts, and many more. We spent our time together.
On the second day, we all went to Sangiran. Sangiran is a museum that keeps thousands ancient human and animal fossils. We got many experience and knowledge there. We also enjoyed the beauty surround Sangiran. We took many pictures too.
After sometimes, we looked for a place to take a rest. Finnaly we decided to sit under a tree and had lunch. After that we went back to our grandparents' house.
After having dinner, my family and I packed our clothes. At 09.00 p.m we left Solo to go back to Jogja. It was a very exciting holiday because I could spend the time with my big family. It was very happy.
That was my experience. Thanks a lot.

By: Rolamida Lintang Kumala

Presentasi Tanaman Obat Keluarga TIK Kelas IX G

download here